Anggapan yang keliru Tentang Bau Mulut, Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Bau mulut atau halitosis terkadang membuat rasa percaya diri kita berkurang. Hal ini membuat takut untuk ngobrol dengan kerabat, atau membuat kita jadi sedikit bicara sehingga terkesan bahwa kita tidak terlalu ‘terlibat’ dalam percakapan tersebut. Ada beberapa mitos yang harus diketahui seputar bau mulut, seperti:

Berkumur dengan mouthwash saja cukup untuk mengusir bau mulut.
Mungkin cara yang paling sering dilakukan ialah berkumur dengan mouthwash secara rutin, karena dianggap ampuh untuk menghilangkan bau mulut dengan cepat. Obat kumur memang efektif hilangkan bau mulut, namun harus diingat, obat kumur hanya akan menghilangkan bau mulut untuk sementara, karena sifatnya mengurangi plak dan membunuh kuman penyebab bau mulut saat itu saja. Rajinlah menggosok gigi setidaknya 2 kali sehari, setelah itu berkumurlah dengan mouthwash untuk mencegah kuman tumbuh dengan cepat.

Cek bau mulut dengan menghembuskan nafas ke tangan.
Ini merupakan pengertian salah. Ketika bernafas, kita tidak menggunakan tenggorokan Anda dengan cara yang sama saat kita berbicara. Ketika berbicara, mulut kita cenderung membawa keluar bau dari bagian belakang mulut yang tidak bisa diketahui hanya dengan bernafas. Selain itu, kita cenderung terbiasa dengan bau mulut kita sendiri, sehingga sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah dia memiliki bau mulut.

Bau mulut bisa hilang dengan menyikat gigi dengan cepat.
Kebanyakan orang hanya menyikat gigi selama 30-45 detik. Padahal untuk membersihkan secara menyeluruh, kita butuh minimal dua menit setiap kali menggosok gigi, dan dilakukan sedikitnya dua kali dalam sehari. Kita juga perlu menyikat bagian lidah, rajin membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang, ini untuk bantu menghilangkan plak berbahaya dan partikel makanan yang masih tersisa.

Nah setelah membaca artikel diatas, pastikan bahwa kamu telah membersihkan dan merawat gigi dan mulut dengan benar ya. Jika bau mulut tetap berkelanjutan, segera hubungi dokter gigi.

Sumber : http://www.tanyapepsodent.com/mitos-seputar-bau-mulut